User login

Poll

hehe?
dfhdfh
50%
dfhdfh
0%
dfhdfh
50%
Total votes: 2

Fakta

  • Setengah dari kasus HIV-AIDS di Indonesia adalah pada golongan umur kaum muda

Newsletter

Stay informed on our latest news!

Partner

  • bkkbn
  • gyan
  • gyca
  • JnJ

Who's online

There are currently 0 users and 1 guest online.

gender

Submitted by tongs_hanks on Sun, 03/09/2008 - 14:03.

Kalo kita denger atau ngomongin tentang gender, yang terbesit dipikiran adalah perlakuan yang tidak adil terhadap kaum wanita. Padahal istilah gender sendiri mencakup kaum cewek dan cowok. Koq bisa yah cowok juga dicakup dalam gender? Mungkin kita harus ngerti dulu arti sebenarnya tentang gender. Menurut para ahli, gender adalah pembagian peran, tanggung jawab, fungsi, hak dan kewajiban baik cowok maupun cewek yang dibentuk dan dikembangkan oleh sosial dan budaya dari sekelompok masyarakat yang dapat berubah menurut waktu dan tempat serta kondisi setempat. Gender berbeda dengan seks, seks adalah perbedaan jenis kelamin perempuan dan laki-laki yang bersifat biologis, kodrati dan karunia Tuhan YME.

Diskriminasi Gender
Lalu, ada apa seh sama gender ini? Kenapa jadi masalah? Gender dipersoalkan karena secara sosial telah melahirkan perbedaan peran, tanggung jawab, hak dan fungsi serta ruang aktivitas cowok dan cewek dalam masyarakat. Perbedaan tersebut akhirnya membuat masyarakat cenderung diskriminatif dan pilih-pilih perlakuan akan akses, partisipasi, serta kontrol dalam hasil pembangunan cowok dan cewek.

Sebenarnya, sadar nggak sadar, kita semua pernah atau selalu mengalami perlakuan yang diskriminatif. Sebelum kita lahir, atas jasa kemajuan teknologi, maka orang tua kita dapat mengetahui jenis kelamin kita, sehingga meskipun belum lahir, kita telah mengalami bentuk diskriminasi (terjadi karena ada harapan agar bayi berjenis kelamin tertentu).

Dari penyiapan pakaian pun kita sudah dibedakan sejak kita masih bayi. Juga dalam hal mainan, anak cowok misalnya: dia akan diberi mainan mobil-mobilan, kapal-kapalan, pistol-pistolan, bola dll. Dan anak cewek diberi mainan boneka, alat memasak, dsb. Ketika menginjak usia remaja perlakuan diskriminatif lebih ditekankan pada penampilan fisik, aksesoris, aktivitas, dll. Dalam pilihan warna dan motif baju juga ada semacam diskriminasi. Warna pink dan motif bunga-bunga misalnya hanya “halal” dipakai oleh remaja putri. Aspek behavioral lebih banyak menjadi sorotan diskriminasi. Seorang cowok lazimnya harus mahir dalam olah raga, keterampilan teknik, elektronika, dsb. Sebaliknya cewek harus bisa memasak, menjahit, dan mengetik misalnya. Bahkan dalam olahragapun tampak hal-hal yang mengalami diskriminasi tersendiri.

Contoh keseharian lainnya, si cewek gak sanggup bilang nggak atau seolah-olah harus mengikuti keinginan si cowok dalam hal aktivitas seksual (kissing, touching dkk). Padahal cewek punya kuasa juga untuk mengendalikan hal tersebut. Di sisi lain, si cowok tidak mampu bertanggung jawab atau menghargai sisi privacy kehidupan si cewek, padahal cowok harus mampu menyadari kalau cewek punya hak buat bilang nggak, demi masa depannya.

Memang, kesemua itu ada yang bernilai positif dalam arti demi kebaikan jenis kelamin tertentu, dan ada juga yang bersifat ketidakadilan bagi jenis kelamin tertentu. Suatu perlakuan akan dianggap diskriminatif atau tidak adalah sesuai dengan batas kewajaran yang berlaku dalam masing-masing budaya dimana kita tinggal.

Kesetaraan dan Keadilan Gender
Bila ada diskriminasi, berarti ada sesuatu yang harus diperbaiki dan diperjuangkan agar peran tersebut menjadi setara dan adil. Karena gender sendiri sesuai dengan arti di atas lebih disesuaikan dengan sosial-budaya setempat, bukanlah sesuatu yang sifatnya mutlak.

Kesetaraan gender adalah suatu kondisi yang setara, seimbang dan sederajat dalam hubungan peran, kedudukan dan fungsi antara cewek dan cowok (salah satu hal yang harus diperjuangkan). Dalam kesetaraan gender, kita harus menerima perbedaan kodrati individu cowok dan cewek sebagai hikmah. Kesetaraan Gender berarti sederajat dalam keberdayaan dan keikutsertaan dari kedua jenis kelamin tersebut di semua bidang kehidupan (publik/privat).

Keadilan gender adalah suatu kondisi dan perlakuan yang adil tanpa ada perbedaan dalam hubungan peran, kedudukan hak, tanggung jawab dari fungsi antara cowok dan cewek; berperilaku adil dan tidak adanya perbedaan perlakuan antara cowok dan cewek baik dirumah, di tempat kerja maupun dimasyarakat.

“Kesetaraan dan keadilan Gender perlu dibentuk dan dibangun bersama antara cowok dan cewek, dan harus dimulai dari keluarga kita”

by: Fahmi Arizal

 

published in GaPE MCR Newsletter May 2005 edition