User login

Poll

hehe?
dfhdfh
50%
dfhdfh
0%
dfhdfh
50%
Total votes: 2

Fakta

  • Setengah dari kasus HIV-AIDS di Indonesia adalah pada golongan umur kaum muda

Newsletter

Stay informed on our latest news!

Partner

  • bkkbn
  • gyan
  • gyca
  • JnJ

Who's online

There are currently 0 users and 1 guest online.

hiv

Submitted by kangadmin on Mon, 03/10/2008 - 01:18.

Serambi Nanggroe : Kesehatan

# 14/07/2007 09:19 WIB

[ rubrik: Serambi Nanggroe | topik: Kesehatan ]



BANDA ACEH - Lembaga swadaya masyarakat (LSM) nasional, IYP, bertekad terus mengadakan sosialisasi bahaya HIV/AIDS, narkoba, dan isu-isu kesehatan reproduksi (Kespro) di kalangan remaja di Aceh.

“Sasaran kami ialah kalangan siswa SLTP dan SLTA agar mereka secara berantai menyampaikan pesan kepada sesama teman tentang bahaya HIV/AIDS, narkoba, dan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi remaja,” kata Koordinator IYP Wahyu Dwi Deniawan, di Banda Aceh, Jumat (13/7).

Program tersebut dilakukan untuk membantu generasi muda Aceh agar terhindar dari penyakit masyarakat tersebut, sekaligus membina sikap mentap mereka sebagai generasi penerus bangsa.

Data diperoleh IYP menyebutkan, di wilayah Aceh kini terdapat 12 kasus HIV/AIDS. Terdiri atas tiga HIV dan tiga meninggal karena penyakit AIDS. Sedangkan enam kasus lainnya belum terdeteksi secara pasti, apakah mereka positif atau negatif HIV/AIDS.

Menurut Wahyu, dalam pertemuan penyuluhan 30 remaja putra dan putri di Lhoknga, Aceh Besar, Kamis (12/7), terlihat mereka antusias mengikutinya, terutama terkait materi tentang bahaya HIV/AIDS, narkoba, dan kespro.

Mereka sebagai pendidikan sebaya mengaku banyak sekali manfaatnya pertemuan tersebut, terutama tentang bahaya penyakit menular mematikan itu, sehingga waktu dua hari tersebut dirasakan tidak cukup dan bahkan sebagian mereka meminta ditambah sehari lagi.

IYP mengadakan penyuluhan terhadap remaja atas kerja sama Dinas Sosial dan lembaga internasional Unicef, guna meningkatkan pehaman genarasi muda terhadap bahaya HIV/AIDS, narkoba, dan isu-isu tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi bagi para remaja.

Menurut Wahyu, pascagempa bumi dan tsunami, Aceh menjadi sebuah daerah terbuka dikunjungi berbagai suku bangsa untuk melakukan misi kemanusiaan, sehingga masyarakat perlu memahami tentang bahaya penyakit masyarakat membahayakan itu.

“Setelah penyuluhan Lhoknga, kami mempertimbangkan melakukan penyuluhan terhadap remaja di daerah lain di Aceh. Namun perlu mendapat dukungan dari lembaga lain bagi kelancaran kegiatan tersebut, termasuk dinas sosial dan lembaga internasional,” demikian Wahyu Dwi Denisetiawan.(ant)

 

http://www.serambinews.com/old/index.php?aksi=bacaberita&beritaid=31315&...